MENIKAH ITU SEPERTI MENYEDUH KOPI - Santri Dafa

MENIKAH ITU SEPERTI MENYEDUH KOPI



Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus memilih kopi murni, bukan kopi campuran. Bahkan engkau harus mengerti nikmatnya kopi justru ketika tidak dicampur gula dan yang lainnya.

Memilih calon suami atau istri, carilah yang ori. Yang murni. Yang hati dan cintanya diberikan untukmu, dan tidak mengkhianatimu. Bukan memilih petualang yang sudah bergelimang dalam dunia kebebasan pergaulan. Mereka ini sudah tidak murni lagi.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus mengerti ilmu dan seni. Engkau harus memiliki ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi.

Jika menikah tanpa ilmu dan tanpa seni, akan mudah hambar dan kehilangan gairah.

Jika menikah tanpa ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi, akan mudah marah-marah.

Menikah itu seperti menyeduh kopi. Engkau harus mengerti takaran masing-masing. Berapa takaran kopi, berapa takaran air. Perpaduan yang pas akan menghasilkan cita rasa berselera tinggi.

Menikah itu adalah bab menakar secara tepat, seberapa besar percaya, dan seberapa besar cemburu. Seberapa banyak mengikat, dan seberapa banyak memberi kebebasan.

Jika percaya berlebihan, engkau kehilangan penjagaan terhadap pasangan. Jika cemburu berlebihan, engkau mudah depresi.

Jika terlalu kuat mengikat, pasanganmu pasti tidak nyaman. Jika terlalu bebas, engkau kehilangan kendali.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Engkau perlu filter yang tepat, suhu yang tepat, alat yang tepat untuk menghasilkan cita rasa kopi berkualitas.

Menikah itu memerlukan filter untuk menyaring mana benar mana salah, mana baik mana buruk, mana patut mana tidak patut.

Menikah itu memerlukan suhu yang tepat untuk hadirnya cinta yang indah. Jika terlalu panas, suasana rumah tangga akan selalu berada dalam ketegangan. Jika terlalu dingin, suasana keluarga tidak akan ditemukan keindahannya.

Menikah itu serupa menyeduh kopi. Engkau harus pelan-pelan dan berhati-hati saat menuangkan airnya. Pun engkau harus pelan-pelan saat menyeruputnya. Jangan habiskan secangkir kopi dalam sekali reguk.

Nikmati kemesraan bersama pasangan, pelan-pelan. Seteguk demi seteguk. Nikmati tiap seruputan cintanya. Jangan tergesa-gesa.

Lihatlah, dalam tingkat kepahitan dan level keasaman tertentu, secangkir kopi menjadi sangat menantang untuk dinikmati.

Demikianlah kepahitan dan keasaman hidup berumah tangga, selalu indah untuk dirayakan bersama pasangan tercinta.

Ingin Mendapatkan Info Setiap Hari?

Silahkan masukan Email anda untuk berlangganan Gratis

CONTAC ME

Sekertariat : Jl KH. Mahfudz No.23 Kel. Cijati RT 01 RW 05 Link Raharja E-Mail : santridafa5@gmail.com