Sebuah Renungan - Santri Dafa

Sebuah Renungan


Dahulu saat Nabi Ibrahim AS dibakar oleh Raja Namrudz datanglah burung pipit yang bolak balik mengambil air dan meneteskan air itu di atas api yang membakar Nabi Ibrahim AS.

Cicak yang melihatnya tertawa.
“Hai pipit!!… bodohnya yang kau lakukan itu.. Paruhmu yg kecil itu hanya bisa menghasilkan beberapa tetes air saja, manalah mungkin bisa memadamkan api itu…??!!”

_*Burung pipit pun menjawab : “Wahai cicak… memang tak mungkinlah aku bisa memadamkan api yg besar itu, tapi aku tak mau jika Allah melihatku diam saja saat sesuatu yang Allah cintai dizhalimi. Allah tak akan melihat hasilnya apakah aku berhasil atau tidak memadamkan api itu. Tapi Allah akan melihat dimana aku berpihak*_

Cicak terus tertawa, dan sambil menjulurkan lidahnya ia berusaha meniup api yang membakar Nabi Ibrahim AS.

Memang tiupan cicak tak ada artinya tak menambah besar api yang membakar Nabi Ibrahim AS.

_*Tapi Allah melihat dimana Ia berpihak*_

Hikayat ini terjadi sekarang…
dan akan terus berulang
Saat Alquran dinistakan, suara azan dipermasalahkan dan bendera tauhid di bakar
Serta sekarang Gerakan 212 difitnah sebagai Kelompok Penghamba Uang..

Timbul pertanyaan pada kita….

Dimanakah kita berpihak ?

Memang, pendapat kita tak akan mengubah sedikitpun takdir Allah…

_*Tapi Allah akan mencatat dimana kita berpihak*_

Sebagai renungan..!!

Want to get Attractive Offer Info?

Enter your email and get attractive offers from us

Pellentesque aliquam diam libero, eget aliquet neque facilisis sed. Nunc ornare suscipit velit, sit amet condimentum lorem posuere ut. Aliquam vehicula lacus tellus, eget mollis odio iaculis mattis.