Santri Dafa

PONDOK PESANTREN

DARUL FALAH

Jl.KH. Mahfudz No.23 RT 01 RW 05 Kelurahan Cijati Kec/Kab. Majalengka - Jawa Barat 45417

MEDIA SANTRI DAFA

Media Informasi dan Komunikasi Santri Darul Falah Cijati.

Update Terbaru

Update Berita dan Informasi seputar kegiatan dan Acara di Darul Falah Cijati. Serta Artikel lainnya yang Bermanfaat

Safinah : Pasal 42 Syarat Makmum Dalam Mengikuti Imam



فصل) شروط القدوة أحد عشر: أن لايعلم بطلان صلاة إمامة بحدث أو غيرة، وأن لايعتقد وجوب قضائھا عليه، وأن لا يكون مأموما ولا أميا، وأن لايتقدم علية في الموقف، وأن يعلم انتقالات إمامة، وأن يجتمعا في مسجد أو في ثلثمائة ذراع تقريبا، وأن ينوي القدوة أو الجماعة، وأن يتوافق نظم صلاتيھما، وأن لا يخالفه في سنة فاحشة المخالفة، وأن يتابعة

Syuruthu Al-Qudwati Ahada ‘Asyaro: An laa Ya’lama Buthlaana Sholaati Imaaihi Bihadastin Aw Ghoirihi, Wa An Laa Ya’taqida Wujuubu Qodloihaa ‘Alaihi, Wa An Laa Yakuuna Ma’muuman Wa Laa Ummiyyan, Wa An Laa Yatqoddama Gholaihi Fi Al-Muuqifi, Wa An ya’lamantiqoolati Imaamihi, Wa An Yajtami’aa Fii Masjidin Aw Fii Tsalaatsimiati Diroo’in Taqriiban, Wa An Yanwiya Al-Qudwata Awiljama’ati, Wa An Yatawafaqo Nadhmu Sholaatihimaa, Wa An Laa Yuukholifahu Fii Sunnatin Faahisyati Al-Mukholafati, Wa An Yutaabi’ahu

1. Harus tidak mengetahui bahwa shalatnya imam batal karena hadast atau hal lainnya
2. Tidak boleh bertekad bahwa shalatnya harus diulang (karena tidak sah)
3. Imam tidak boleh menjadi makmum
4. Tidak boleh seorang yang Ummiy (tidakbisa membaca dan menulis)
5. Makmum tidak boleh lebih depan (posisinya) dari imam
6. Harus mengetahui perpindahan imam (rangkaian shalat)
7. Imam dan makmum harus berkumpul dalam satu masjid atau kira-kira 300 hira’ (bila diluar masjid makmum harus berniat mengikuti imam atau berjamaah)
8. Shalat yang dikerjakan imam dan makmum harus sama urutannya
9. Makmum tidak boleh meninggalkan sunnah yang dikerjakan imam, yang kelihatan buruk jika tidak mengikutinya
10. Harus mengikuti imam.

Musuh : Kemarin, Kini dan Esok Hari


Manusia diciptakan oleh Allah SWT. tidak sendirian. Selain malaikat, Allah SWT. juga menciptakan jin untuk bersama-sama dengan manusia beribadah kepada-Nya. Perbedaan alam seharusnya membuat mereka hidup tenang dalam dunianya masing-masing. Tapi tidak, setan dari golongan jin telah lama memendam kesumat. Superioritas mengharuskan menentang perintah Allah untuk tunduk bersujud pada Adam a.s. konsekuensinya, ia dicap sebagai makhluk durhaka dan diusir dari surge. Sejak saat itulah Iblis mendeklarasikan diri sebagai musuh umat manusia yang akan senantiasa menjerumuskan mereka ke neraka.
Allah SWT. berfirman dalam salah satu ayatnya, “Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikut langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.“ (Q.S. Al Baqarah 2: 168). Waspada! Itulah harus kita lakukan agar tidak tejerumus ke dalam jebakan setan. 
Semudah itukah? Ternyata tidak. Dalam dirinya, manusia memiliki potensi hawa nafsu, muthmainah (kecenderungan pada kebaikan), lawwamah (kecenderungan untuk selalu mengingatkan pada kebaikan), serta amarah (kecenderungan pada keburukan). Yang terakhir inilah yang dijadikan peluang iblis untuk menjerumuskan manusia. Sekuat tenaga, dengan berbagai cara, dari segala penjuru, serta di setiap kesempatan, iblis tidak akan pernah berhenti melancarkan aksinya.
Irfan bin Salim ad-Dimasyqi dalam bukunya yang berjudul “Kupas Tuntas Dunia Lain” menyatakan bahwa potensi kecenderungan nafsu pada keburukan (nafsu amarah) pada manusia masih didukung oleh indra yang dapat dijadikan pintu masuk setan. Pintu-pintu tersebut adalah sebagai berikut.

1. Al Fikr (Pikiran)
Setan tentu sangat bersyukur dengan beragam media massa –baik cetak maupun elektronik- yang sangan berperan dalam membentuk pola piker manusia. Sedikit banyak, setan telah bertranspormasi dalam bentuk media-media tersebut untuk menggiring pada penghalalan yang haram dan pengharaman yang halal. Dengan metode yang teramat sangat rapi, kita telah tercuci, kemudian diisi oleh pola pikir yang sesat dan menyesatkan.

2. As-Sama’u (Pendengaran)
Terkadang kitang memang tidak ingin mendengar pembicaraan yag dilarang. Namun setan akan berkata, “Sekadar mendengarkan tidak apa-apa. Asalkan tidak berkomentar” Katanya lagi, “Akan terlihat tidak sopan kalau kita tidak mendengarkan yang dibicarkan teman kita, bukan?” Tidak sopan? Bukankah, akan lebih tidak sopan lagi kalau dosa-dosa itu ditumpukkan ke pundak kita, sedangkan kita tidak sedikit pun menginginkannya?

3. Al-Bashor (Pandangan)
Jika kita melihat sesuatu yang seharusnya tidak dilihat, salah besar kalau kita mengatakan, “Ah, pandangan pertama kan tidak apa-apa. Tidak sengaja kok.” Memang tidak disengaja, tapi bukankah kita dapat memprediksi kapan dan dimana saja pemandangan tidak –layak- tonton itu muncul? Jangan sekali-kali kita mengatakan melihat hanya sekali sedangkan kita berada diantara jutaan kemaksiatan yang yang sangat jelas terlihat.

4. Al Lisan (Lidah)
Adalah benar bahwa lidah tidak bertulang. Bukan hanya secara denotasi, secara konotasinya pun lidah begitu lentur diajak berbicara mengenai apapun. Bukan hanya kebaikan, tetapi juga kejelekkan. Sebuah topik bisa dibahas secara panjang lebar tanpa bisa dibatasi. Bumbu-bumbu pembicaraan tidak saja berasal dari bahan-bahan yang positif, yang negatif pun terkadang terlalu sayang untuk dilewatkan. Kemudian, timbullah fitnah, gunjingan, juga bermacam kosa kata buruk lainnya.

5. Al Hiss (Perasaan)
Ketika salah seorang yang kita cintai meninggal dunia, maka secara manusiawi kita tidak dilarang untuk meneteskan air mata. Namun ketika air mata yang menetes itu sebagai sebuah perlambang ketidakrelaan atas kepergian orang yang kita cintai, maka jin berperan besar dalam hal ini. Bukan hanya  sedih, segala jenis perasaan bisa berpeluang ditungganginya. Luapan kebahagiaan bisa membuat kita lupa bersyukur kepada Sang Pemberi Kebahagiaan. 

Behati-hatilah menjaga indera kita karena itu adalah potensi bagi masuknya setan kedalam jiwa. Imam Ibnul Qayyim membagi gangguan setan kedalam enam level. Disetiap level, setan memiliki konsentrasi tujuan. Jika tidak berhasil, mereka akan menaikkan misi ke level selanjutnya. Keenam level tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Lebih menyibukkan diri dengan perbuatan baik ketimbang yang lebih baik drinya. Pada level ini, setan menjejali manusia dengan konsep kemalasan. Diharapkan, stagnasi yang terjadi dapat membuka jalan menuju strategi level selanjutnya.
  2. Menyibukkan diri dengan sesuatu yang mubah. Pada level ini, setan masih belum mengajak manusia berbuat dosa. Ia hanya membuat manusia terlena dengan perbuatan yang tidak mendatangkan pahala maupun dosa.
  3. Dosa-dosa kecil. “Hanya dosa kecil bukankah  dengan istighfar, dosa-dosa tersebut terampuni?” begitu kata setan.
  4. Dosa-dosa besar dengan berbagai macamnya. Setan berusaha ekstra untuk melancarkan misi pada level ini. Jalaluddin Rahmat dalam kata pengantar buku “Akibat Dosa” karya Sayid Hasyim ar-Rasuli al-Mahallati menyebutkan delapan belas macam dosa besar yaitu: syirik menyekutukan Allah, putus asa dari rahmat dan kasih Allah, merasa aman dari azab Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, menuduh berzina kepada perempuan yang bersih, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran, memakan riba, sihir, berzina, sumpah palsu untuk membela kedurhakaan, berkhianat dalam urusan harta (rampasan perang), tidak membayar zakat yang diwajibkan, kesaksian palsu dan menyembunyikan kesaksian, minum-minuman keras (khamr), meninggalkan shalat atau apa saja yang telah diwajibkan Allah dengan sengaja, memutuskan janji dan persaudaraan.
  5. Bid’ah. Di level ini, setan menyamarkan perbuatan-perbuatan haram untuk selanjutnya menghalalkannya. Berlatar budaya, kelaziman, norma dan etika, setan menjadikan perbuatan syirik tidak terlihat seperti sebagaimana mestinya. Jabir r.a berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Ketahuilah bahwa sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah SWT (Al Qur’an), sebaik-baik  petun juk adalah ucapan Muhammad SAW. , dan sejelek-jelek perkar agama sepeninggalku adalah melakukan sesuatu yang baru dalam agama, yang demikian itu disebut bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat…” (HR. Muslim)
  6. Kekufuran dan syirik serta melawan Allah beserta Rasul-Nya. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi setan ketika strategi pada level ini berjalan mulus. “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Q.S. An-Nisa  4: 116)

Tentu saja kita, kita tidak akan membiarkan begitu saja setan merayakan keberhasilannya. Kalau setan memiliki strategi, kita pun tidak boleh kalah cerdik. Yang dapat kita lakukan untuk menandingi strategi setan tersebut diatas adalah sebagi berikut :
  • Berdo’a agar senantiasa dijauhkan dari perangkap setan . Bagaimana pun, manusia adalah makhluk yang lemah dan senantiasa menuruti hawa nafsunya. Dengan berdo’a kita akan selalu diingatkan untuk berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir dapat meneguhkan keimanan dari bermacam terpaan godaan yang senantiasa dilancarkan setan.
  • Jangan berhenti menimba ilmu. Satu dosa mungkin saja dikemas dalam puluhan, bahkan ribuan bentuk yang dapat membuat kita terkecoh. Namun tidak demikian halnya apabila kita memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.
  • Istiqomah dalam beramal shaleh. Memang, tidak selamanya amal baik kita dapat dipahami orang lain, namun hal itu bukan berarti kita harus meninggalkannya. Kalau Anda menganggap orang lain bisa bercita-cita menunaikan ibadah haji karena mereka mampu, sedangkan pendapatan kita pas-pasan, maka bukan berarti panggilan itu tidak akan pernah ditujukan kepada kita. Teruslah teguh berikhtiar dan Allah SWT. akan memberikan jalan.
  • Ketika terlanjur mengikuti kemauan setan dengan berbuat dosa, pintu maaf-Nya senantiasa terbuka lebar. Bertobatlah. Ust. Aam Amiruddin mengemukakan tiga elemen penting dalam bertaubat. Pertama, berhenti sama sekali dari perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Kedua, berjanji tidak mengulangi dosa dimasa yang akan datang. Ketiga, recovery, mengimbangi dosa yang telah kita perbuat dengan amal shaleh. Seperti, disebutkan dalam Q.S Al Furqan (25) ayat 70-71, “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shaleh maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenarnya.”

Begitulah, kita tidak boleh membiarkan diri kita terjerumus dan takluk pada pada rayuan musuh sejelas-jelasnya musuh. Kalau Anda mengira bahwa Anda sendirian ketika membaca artikel ini, maka Anda salah besar. Di samping Anda ada teman yang tak diundang yang kedatangannya tidak bisa dihindarkan walau Anda tidak melihatnya. Percayalah, dia tidak akan tinggal diam menyaksikan Anda membulatkan tekad untuk senantiasa memeranginya. Berjuanglah!

Khitanan/Sunatan Muharram 1441 H


Khitanan/Sunatan bagi orang di desa dianggap sebagai ibadah, sakral, dan gengsi. apalagi bagi Anak Yatim & Dhuafa seringkali menjadi beban secara sosial - ekonomi. Untuk itu setiap bulan Muharam, sejak tahun 2000 Yayasan Darul Falah Cijati setiap tahunnya menyelenggarakan Khitanan Massal untuk Anak Yatim & Dhuafa secara gratis. Untuk pendaftaran peserta Khitanan Masal bisa menghbungi Ust Ahmad Humaedi 0819 4719 5155 (kuota terbatas 50 orang)

Pelaksanaan Khitanan Massal
07 September 2019 / 07 Muharram 1441 H

Fasilitas peserta khitan yaitu berupa :
  • Baju Koko
  • Sarung
  • Ayam Bakakak
  • Uang Saku
  • Dokumentasi

Rangkaian Acara :
  • Karnaval
  • Jalan Santai
  • Khitanan Massal

Dengan ini kami mengundang kehadiran Bapak/Ibu untuk ikut memberikan kebahagiaan kepada Yatim & Dhuafa sambil bersyiar Islam. dan Apabila anda ingin berinfak untuk Khitanan Massal anda bisa transfer ke rekening BNI a.n Yayasan Darul Falah Cijati 0434907287 atau bisa datang langsung ke sekertariat kami di Jl. KH Mahfudz no.23 Kelurahan Cijati Kec/Kab. Majalengka - Jawa Barat 45417

Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74

Assalamu'alaikum sahabat DAFA 😊Gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu yah 🤗 btw ini bulan Agustus sahabat . Kalian ikut kegiatan 17-an gak nih? Kalo masih mau dianggap warga negara Indonesia pasti ikut dong yaa hhe
Tanggal 17 agustus adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap warga negara indonesia, karena pada tanggal tersebutlah Indonesia menyatakan kemerdekaan dari para penjajah asing. Pada tanggal tersebut setiap penjuru di nusantara akan memperingati hari kemerdekaan dengan bermacam-macam kegiatan berbau perjuangan seperti mengadakan perlombaan yang sederhana namun dipenuhi dengan makna. 
Tidak mau kalah dari yang lain, pada tanggal 17-18 Agustus juga diadakan beragam permainan di Pondok Pesantren Darul Falah Cijati yang diikuti oleh seluruh santri Ponpes Darul Falah.
Kegiatan Peringatan HUT RI ke 74 dimulai dengan Upacara yang di hadiri oleh seluruh element Yayasan Darul Falah Cijati. untuk panitia petugas upacara yakni oleh Asatid dan Asatidah dari Pondok, MA, Mts, DTA, Asri Rahayu, KUBN dan Koprasi. Alhamdulillah Dari OSDAFA sendiri ada dua santri yang ikut dalam kepanitiaan HUT RI 74 yaitu M Rif'at Fahmi Qulyubi dan Ayu Rosyida Suryati sebagai seksi dokumentasi. 
Setelah upacara selesai acara di lanjutkan dengan karnaval mengelilingi blok se cijati dan dilanjutkan dengan pembagian doorproze bagi peserta karnaval. setelah semua beres barulah Santri Dafa melaksanakan Perlombaan perlombaan antara kabilah.
Dengan semangat kemerdekaan yang menggebu para santri mengikuti setiap permainan diiringi canda tawa yang menghangatkan hati. Permainan dalam peringatan hari kemerdekaanpun beragam, dari mulai yang paling sederhana hingga permainan yang menantang para pemain itu sendiri. Kali ini, keseluruhan permainan dilakukan secara berkelompok dengan mengatas namakan kabilah masing-masing untuk menguji kekompakan para santri. Seperti permainan futsal memakai sarung, tarik sarung, estafet karet, capit kelereng, memasukkan paku ke dalam botol secara berkelompok dan lain sebagainya. 
Dalam permainan tersebut terdapat banyak kejadian yang menciptakan gelak tawa dari para penonton. Namun, dibalik itu semua terdapat suatu pelajaran bahwa kemenangan dan kekalahan tidak dapat dijadikan bahan untuk menciptakan suatu permusuhan dan pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama dengan penuh keikhlasan.

Pemenang lomba-lomba 17 Agustus

*Capit Kelereng*

  • Putra》Sekretariat ( Rif'at, Umar, Didin )
  • Putri》Kabilah Aisyah ( Cariyah, Fia, Rere )

*Sedotan Karet*

  • Putra》Sekretariat (Rif'at, Lukman, Didin, Gilang, Umar )
  • Putri》Kabilah Zainab ( Mila, Dian dkk )

*Fashion Show*

  • Juara I 》Kabilah Zainab ( Tia, Syaqilla )
  • Juara II》Sekretariat ( Didin, Rif'at)

*Tarik Sarung*

  • Putra》Kabilah Umayyah ( Faiz dkk )
  • Putri》Kabilah Zainab ( Dian, Mila, Nurul, Stevani, Zia, Rifa )

*Futsal*

  • Sekretariat ( Lukman, Rif'at, Indra, Didin )

*Estafet Karung*

  • Putra》Sekretariat ( Rif'at dkk )
  • Putri》Kabilah Fatimah ( Alya dkk )

*Bola Polo*

  • Kabilah Zainab ( Mila dkk)

*Masukkan Paku ke Dalam Botol*

  • Sekretariat ( Rif'at dkk)

*Juara Umum*
Sekretariat ( Lukman, Rif'at, Indra, Didin )


By: HyuRi

CKS Vol 4 : Indonesia Mempunyai Hutang Sejarah Terhadap Bangsa Arab

Catatan Kecil Sejarah Vol. 4
Oleh: Firman M. Noor

Bangsa Indonesia patut bersyukur dan berterima kasih terhadap Palestina dan Mesir. Kedua Bangsa yang paling awal memberikan pengakuan terhadap negara Indonesia
Dukungan Palestina diwakili oleh Mufti Besar Palestina, Syaikh Muhammad Amin al-Husaini. saat itu al-Husaini sedang berada di Pengasingan Jerman awal Perang Dunia II. pada 6 September 1945, radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ucapan selamat Syaikh al-Husaini kepada dunia Islam atas kemerdekaan Indonesia. berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut juga dimuat pada harian al-Ahram, Mesir
Setelah seruan dari Mufti Palestina itu, maka negara berdaulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali adalah Mesir pada tahun 1949. pengakuan resmi Mesir itu kemudian disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya
Pada 10 April 1947, Pemerintah RI mengirimkan 4 orang delegasinya dalam kunjungan diplomatik ke Mesir: Haji Agus Salim, AR Baswedan, Mr. Nasir Pamuntjak, dan Rasyidi. Kunjungan tersebut menjadi awal untuk menapaki perjanjian persahabatan antara mesir dengan Indonesia yang ditandatangani sebulan kemudian, 10 Juni 1947
Sumber: A.M. Shahab, Sang Penyebar Berita Proklamasi RI
Dirgahayu 74 Tahun Republik Indonesia

KARAKTER POWERFUL LEADER (Bagian 1)

“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinan itu.” Al-Hadist, H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, Shahih Bukhari dan Muslim

1.Ciri Powerful Leader

Al-Qur’an adalah pedoman bagi manusia, petunjuk  dan rahmat bagi kaum yang meyakini. QS Al-Jaatsiyah (Yang Berlutu) 45:20

Soichiro, pendiri Honda Motor adalah pemimpin dari 43 perusahaan yang berada di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di rumah yang sederhana. Satu-satunya hobi yang amat disukainya adalah melukis di atas kain sutera. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya, kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusaha sendiri dan hidup menadiri.
Perusahaan lainnya di Jepang, Kyoto Ceramics, yang bergerak di bidang seni-koduktor mampu mencapai omzet 400 juta US dollar dalam setahun. Keuntungan bersihnya telah dipotong pajak adalah 21%. Cara hidup pemimpinnya, amatlah sederhana yaitu “memandang rendah kemewahan”.
Konuseke Matsushita, pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia Grup Matsushita, disamping dirinya adalah seorang etrepreneura dan pendidik, ternyata ia juga adalah seorang filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Diakhir hayatnya, ia menyumbang 291 juta US Dollar dari saku pribadinyaa, dan sebanyak 99 juta US Dollar dari kas perusahaan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia meninggal pada usia 94 tahun. Motto bisnisnya adalah “Life isn’t only for bread” atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.
Kemudian kita semua tentu akan bertanya, apa motif bisnis yang melatarbelakangi gaya hidup mereka sebenarnya? Kekuatan apa yang ada dia balik diri mereka, sehingga mereka mampu menciptakan imperium bisnis raksasa kelas dunia, padahal mereka bukanlah “pengejar harta”? Ini terbukti dari cara hidup mereka yang sederhana, juga filosofi bisnis yang mereka anut, yang bukan berorientasi pada pemuasan uang! Masih ingatkah Anda, Khalifah Umar bin Khatab yang begitu sederhana? Umar bin Khatthab mendapat julukan Al-Faruq dari Rasulullah saw., yang artinya pemisah antara kebenaran dan kebathilan. Ia yang 13 tahun lebih muda dari sang rasul Allah itu, lahir dari seorang bangsawan Quraisy yang kaya. Meski demikian, khalifah kedua yang pada zamannya membentangkan kejayaan Islam dari Mesir, Syam, Iraq sampai ke Kerajaan Persia ini, cara hidupnya selalu apenuh kesederhanaan.
Pada tanggal 11 April – 12 April 2002 para Top Eksekutif Internasional dari berbagai jenis perusahaan datang berbondong-bondong untuk menghadiri sebuah forum diskusi leadership yang diadakan oleh Harvard Business School. Rangkuman hasil diskusi tersebut diberi judul, “Does Spirituality Drive Success?” yang artinya, apakah spiritualitas bisa membawa seseorang pada keberhasilan?
Selama ini Harvard telah dijadikan sebagai salah satu trend setter para pebisnis dunia, sehingga tidak mengherankan kalau para CEF (Chief Executive Ifficer) perusahaan terkemuka Amerika Serikat hadir di sana. Pengusaha-pengusaha sukses yang berasal dari “Silicon Valley” atau lembah silikon, yaitu tempat perkampungan bisnis komputer dan software yang melahirkan Bill Gates dan Michael Dell, manusia terkaya sejagat yang bisnis softwarenya telah menaguasai dunia misalnya, juga pebisnis-pebisnis kenamaan lainnya menguasai dunia misalnya, juga pebisnis-pebisnis kenamaan lainnya.
Mereka berdiskusi tentang bagaimana nilai-nilai spiritual yang mampu membantu mereka menjadi “powerful leaders”. Diskusi berjalan hangat selama dua hari, di tempat paling bergengsi bagi kaum intelektual bisnis. Mereka sepakat menyatakan bahwa paham spiritualisme mampu menghasilkan lima hal yitu:

1. Integritas atau kejujuran.
2. Energi atau semangat.
3. Inspirasi atau ide dan inisiatif.
4. Wisdom atau bijaksana, serta
5. Keberanian dalam mengambil keputusan.

Semua sepakat dan setuju bahwa spiritualisme terbukti mampu membawa seseorang menuju tangga kesuksesan dan berperan besar dalam menciptakan mereka menjadi seorang powerful leader.a pertanyaan selanjutnya yang harus kita jawab adalah, karakter apakah yang membawa mereka ke tangga kesuksesan?
Pada tahun 1987, 1995 dan tahun 2002 sebuah lembaga leadership internasional yang bernama “The Leadership Challenge” telah melakukan survey karakteristik CEO (Chief Executive Officer) di 6 (enam) benua yaitu: Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Eropa dan Australia. Masing-masing responden diminta untuk menilai dan memilih 7 karakteristik CEO ideal mereka. Dan inilah hasil survey tersebut:

Tabel 1.1
Peringkat Karakter CEO Ideal (International Survey)

                                                                                            Respondent Edition

Peringkat                    Characteristic %

                                                                                     2002      1995      1987
1 Honest (jujur) 88 88 83
2 Forward Looking (berpikiran maju) 71 75 62
3 Competent (kompeten) 66 63 67
4 Inspiring (dapat memberi isnpirasi) 65 68 58
5 Intelligent (cerdas) 47 40 43
6 Fair-minded (adil) 42 49 40
7 Broad-minded (berpandangan luas) 40 40 37
8 Supportive (mendukung) 35 41 32
9 Straight forward (terus terang/jujur) 34 33 34
10 Dependable (bisa diandalkan) 33 32 33
11 Cooperative (bekerjasama) 28 28 25
12 Determined (tegas) 24 17 17
13 Imaginative (berdaya imajinasi) 23 28 34
14 Ambitious (berambisi) 21 13 21
15 Courageouse (berani) 20 29 27
16 Caring (perhatian) 20 23 26
17 Mature (matang/dewasa dalam berpikir dan bertindak) 17 13 23
18 Loyal (setia) 14 11 11
19 Self-Controled (penguasaan diri) 8 5 13
20 Independent (mandiri) 6 5 10

“Setiap orang dari kamu adalah pemimpin, dan kamu bertanggungjawab terhadap kepemimpinan itu.”
Al-Hadits, H.R. Tirmidzi, Abu Dawud, Shahih Bukhari dan Muslim

Apabila kita perhatikan karakter para CEO itu, maka terlihat bahwa sikap mereka antara lain adalah: jujur, berpikiran maju, kompeten, dapat memberi inspirasi, cerdas, adil, berpandangan luas, suka mendukung, terus terang, bisa diandalkan, suka bekerjasama, tegas, berdaya imajinasi, berambisi, berani, penuh perhatian, matang/dewasa dalam berpikir dan bertindak, loyal, mampu menguasai diri dan mandiri. Karakter jujur tetap menempati urutan pertama, dan tidak tergeserkan sejak tahun 1987, 1995 sampai 2002. Itulah karakter Chief Executive Officer atau CEO ideal, hasil survey di enam benua yang dimiliki oleh seorang Powerful Leader.
Berdasarkan urutan data di atas, maka yang dibutuhkan saat ini adalah seorang “leader” yang memiliki karakter seperti hasil survey internasional yang telah dilakukan tersebut. sekaligus menunjukkan bahwa karakter itulah yang mampu membuat seseorang meraih sukses, menjadi seorang “Powerful Leader” yaitu para pemimpin yang memliki kekuatan dahsyat. Karakter tersebut terbukti secara internsional telah mengangkat mereka ke puncak karier bisnis dan keprofesional kerja.
Jadi pada dasarnya,kita membutuhkan sebuah mekanisme atau model yang bisa menghasilkan karakter “Powerful Leader” di atas. Tujuan penulisan buku ini, tidaklain adalah untuk menjawab tantangan itu. Pertama, bagaimana menciptakan seorang powerful leader yang memiliki karakter CEO, seperti hasil survey di atas. Kedua adalah bagaimana membangun seorang powerful leader yang berbasis pada nilai-nilai spiritual atau dengan kata lain, seorang pemimpin yang tangguh namun memiliki hati nurani.
Disamping itu, ciri pemimpin sukses adalah mereka yang sangat sadar untuk mempelajari diri mereka sendiri. Seorang powerful leader senantiasa menyadari bahwa fisik,emosi dan spiritual adalah modal dasar yang sangat penting untuk menjalankan kegiatan dan aktivitas bekerja mereka. Bahkan dikatakan oleh Hendricks dan Ludeman yang telah melakukan penelitian terhadap para eksekutif dan pengusaha kelas dunia bahwa, “Kami belum pernah menemukan seseorang yang benar-benar sukses, yang tidak melakukan pengenalan diri setiap hari.”
Hay Consultant, sebuah institusi di bidang SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat terkemukan di dunia mengatakan, “Membangun kesadaran diri adalah langkah yang harus dibuat untuk menciptakan seorang pemimpin. Namun bagaimana caranya kita memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi untuk menjadi seorang pemimpin?” Hay berpendapat, “Pemimpin puncak harus melakukan inner journey, atau penelusuran ke dalam dirinya sendiri.”

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

QS Al-Qashash (Kisah-Kisah) 28:77

FEATURE SANTRI DAFA :

  • Jujur dalam segala hal baik dalam perbuatan dan perkataan
  • Peduli terhadap lingkungan sekitar
  • Bersunguh-sungguh dalam menuntut ilmu akhirat dan duniawi
  • Cerdas dalam bertindak (dipikir matang dan tidak gegabah)
  • Iklhas dalam menolong sesama dan beramal

ORGANISASI SANTRI DAFA

Organisasi Santri darul Falah disingkat OSDAFA, merupakan organisasi santri yang ada di Pondok Pesantren Darul falah Cijati. Organisasi ini di dirikan sejak tanggal 01 September 2016
Adapun sebenarnya organisasi santri ini sudah lama ada sejak dahulu di Pondok ini, namun namanya bukan OSDAFA tetapi "Pengurus Santri". OSDAFA ini ada sejak dikenalkannya brand Santri Dafa oleh Ust. Aris Abdul Aziz. OSDAFA ini dipimpin oleh Rois (bagi ketua dari pihak Ikhwan) dan Roisah (dari pihak Akhwat), dan tugas dari OSDAFA ini adalah membantu pihak Pondok Pesantren dalam menjalankan seluruh kegiatan yang ada di Pondok Pesantren.
Dalam pemerintahannya OSDAFA terdapat beberapa Divisi yang diantaranya : Divisi Pendidikan, Divisi Kegiatan, Divisi Keamanan, Divisi Kesekertariatan, Divisi Kebersihan dan Divisi Kesehatan. setiap Divisi mempunyai tugas dan kewenangannya masing-masing yang dimana dirumuskan dalam sebuah Program Kerja.

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran atau pengajian yang dilakasanakan di Ponpes Darul Falah Cijati.

Videos Santri Dafa

Cuplikan kegiatan Santri Pondok Pesantren Darul Falah Cijati, untuk selengkapnya silahkan Subscribe Chanel Yaoutube Kami "Santri Dafa".

MIDAH TEAM

Segenap Tim Media Informasi dan Dakwah Santri Darul Falah Cijati.

Aries Aziz
Fani Felania
Ayu Rosida Suryati
Irneu Nurhasanah
Dila Nur Fadilah

Jadwal Pengajian

Pengajian dibagi menjadi Tiga kelas yaitu, Kelas Ula, Kelas Wustha dan Kelas Ulya. Setiap kelasn mempunyai materi pengajian yang berbeda, diseuaikan dengan Kurikulum

Our Gallery

gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE

Ingin Mendapatkan Info Setiap Hari?

Silahkan masukan Email anda untuk berlangganan Gratis

CONTAC ME

Sekertariat : Jl KH. Mahfudz No.23 Kel. Cijati RT 01 RW 05 Link Raharja E-Mail : santridafa5@gmail.com